Lagi-lagi uni kembali untuk berbagi penyakit. Hmm, kalau dihitung-hitung sudah banyak juga ya tulisan yang bertema penyakit yang berhasil ditulis? Mulai dari cegukan, tetanus, escalaphobia sampai kram. Dan semuanya pernah dialami sendiri. Sayangnya kali ini terpaksa hadir lagi untuk berbagi sakit. Ups, bukan bermaksud menularkan sakitnya, tetapi lebih ke berbagi pengalaman sakitnya. Mana tahu ada terselip sedikit ilmu yang bermanfaat yang bisa sedikit menambah pengetahuan pembaca yang budiman, mohon maaf bagi yang sudah tahu atau lebih tahu tentang penyakit yang akan diceritakan berikut ini. Tidak apa-apa kan? Insyaallah bagi yang sudah tahu atau lebih tahu tidak akan mengurangi ilmunya bila membaca tulisan ini hehe… Read the rest of this entry
sama tidak sama
Praaaannnggg…suara puluhan uang receh berserakan di lantai trotoar. Dengan perasaan sedikit takut-takut aku mencoba melirik apa yang sedang berlangsung di keremangan malam tepat di belakangku yang sedang duduk menunggu di bawah tenda warung nasi goreng pinggir jalan bersama adikku. Dengan batuan cahaya lampu kendaraan yang minim, terlihat dua orang anak muda sedang asyik menghitung logam demi logam yang baru saja dikeluarkan dari bungkus bekas permen. Mereka tampak kusam, penat dan letih. Read the rest of this entry
S.P.O.K., dong ah…!
Sudah menjadi kebiasaan dalam percakapan sehari-hari kita kurang terbiasa menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan? Dalam artian kalimat yang terdiri dari Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan atau yang lebih dikenal dengan SPOK. Mungkin karena kita cenderung menganggap bukan suatu keharusan juga selama informasi yang ingin disampaikan bisa dipahami dengan baik dan benar oleh lawan bicara walau hanya dengan menggunakan kalimat yang tidak utuh. Jika bisa singkat kenapa harus panjang-panjang? Ya kan? Tapi apa jadinya jika kalimat yang tidak sempurna itu malah menimbulkan kesalahpemahaman, bahkan terlebih membuat orang lain bahkan kita sendiri malah terlihat bodoh dalam tanda kutip? Meski kata orang “ketololan” itu sama pentingnya dengan kepintaran. Penting untuk ditertawakan maksudnya hehe…Kenyataan itulah yang aku alami…
live is an adventure
My favorite commercial break!!
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE
kenapa?
Dulu…
Kita adalah untaian irama dalam nyanyian cerita
Kita tersenyum dalam tawa
Kita menguatkan dalam air mata
Kita membara dalam semangat
Kita bermimpi dalam harapan
Kita menguatkan dalam doa
Tapi kini…
Kenapa kita seketika memucat?
Kenapa langit biru kita tiba-tiba menggelap?
Kenapa?
andai diizinkan
Jika aku diizinkan
Namamu akan kusematkan di sini
Peneman hatiku
Jika aku diizinkan
Akan kubiarkan wajahmu di sini
Memenuhi pikiranku
Jika aku diizinkan
Akan kugaungkan namamu di sini
Dalam alunan suaraku
Andai aku diizinkan…
belajar arti ikhlas dari pak rinto
Siapakah pak Rinto? Apakah pak Rinto Harahap maksudnya? Hehe bukan Rinto yang itu. Atau apakah dia salah seorang temanku? Juga bukan. Lalu siapa dia? Baiklah, pak Rinto ini adalah seseorang yang aku lihat di sebuah kotak persegi empat yang bernama televisi, tepatnya dalam acata reality show “Minta Tolong” di suatu sore. Lalu apa yang menarik dari seorang pak Rinto? Sehingga aku merasa perlu memunculkannya sebagai tokoh utama di edisi kali ini… Read the rest of this entry
minta tolong!
Di tengah riuhnya suara hujan yang sesekali ditandingi suara gledek, tiba-tiba terdengar ucapan salam dari teras kost-anku siang ini. Suara perempuan yang terdengar begitu asing di pendengaranku. Aku melongok dari balik tirai jendela begitu mendengar salam kedua. Dan keherananku semakin bertambah karena sama sekali tak mengenali perempuan yang menungguku membukakan pintu.
Begitu pintu baru terbuka separo, wanita itu langsung mendekat dan memberondongku dengan kata-kata yang memelas, yang membuatku spontan terkaget-kaget. Aku sama sekali tidak mendapat kesempatan bertanya, “ada apa bu?” Yang ada wanita itu terus bercerita tetang kesusahannya tanpa jeda, yang membuatku hanya bisa diam menyimak, kata demi kata yang keluar dari bibir yang mulai memucat menahan dingin yang datang bersama hujan siang itu. Read the rest of this entry
rindu…
Tahukah, lama aku dipagut oleh sebuah keresahan yang mengelisahkan? Kegelisahan akan sebuah kehilangan yang tiba-tiba saja lenyap dari pandangan. Kehilangan akan sebuah hal yang telah terlanjur terbiasa bersama…Dan kini aku mencarinya…
Sahabat…tahukah kau betapa hatiku merindui lagi kehadiranmu. Dirimu yang dulu selalu duduk bersamaku. Dirimu yang dulu selalu bertindak sebagai penyimak yang mengagumkan akan setiap ocehan demi ocehan yang muntah dari mulutku, saat otakku merasa mual menampung pikiran-pikiran liarku. Kamu yang dulu selalu menghambakan dirimu sebagai tempat penumpahan segala resahku. Kamu yang selalu ikut tertawa saat aku menertawakan kebodohan dunia bahkan keidiotanku. Kamu yang dulu selalu menjadi yang pertama mengusap air mata saat kesedihan menggerayangi hati, otak dan pikiranku. Kamu yang selalu mengulurkan jejarimu agar aku tidak berasyikmasyuk berdiam menangisi keterjatuhanku. Kamu yang selalu memotret terang muramnya kehidupanku dengan lensa maha sempurna, yaitu matamu… Read the rest of this entry
dan kini sudah pergi…
Hidup adalah perjalanan, yang cepat atau lambat akan menemui tempat pemberhentian terakhir. Dunia adalah persinggahan sementara untuk membekali diri melanjutkan perjalanan menuju keabadian…
Senin, 11 Oktober 2010
Jam menunjukan 11.15 waktu tengah malam. Aku yang sendirian di kos-an masih tafakur memahami maksud dari rangkaian ribuan huruf kecil yang menyemuti sebuah buku. Tiba-tiba Fur Elise-nya Beethoven mengalun lembut. Aku sempat mengernyitkan dahi saat melihat nama abangku tertera di layar Hp. Ada apa ? Hatiku mulai merasa aneh dan bertanya-tanya sendiri saat menyimak kata demi kata yang diucapkannya. Sampai pada akhirnya sebuah kabar mengejutkan keluar juga dari mulutnya. Sebuah berita yang tidak pernah aku duga dan bayangkan akan terjadi secepat ini. “Kiki baru saja pergi…pergi memenuhi panggilan Allah SWT.“