09
Oct
09

padang dalam potret kenangan…

berkempatan mudik kemarin setelah 3 tahun tidak menginjakan kaki di ranah minang, dan menghirup bebas sejuknya udara bukittinggi aku sangat bahagia. sekembali ke tanah jawa lagi di benakku sudah dipenuhi cerita-cerita indah tentang keelokan bumi minang yang akan aku tulis di blok ini.

padang kemarin...

tapi kini… semuanya harus menjadi sebuah kenangan…puing-puing kenangan yang selama ini hanya dipotret dengan mata dan ingatanku…berharap kepingan kenangan yang dikumpulkan lebih dari separo usiaku, jangan sampai pudar di ingatan dan di hati…karena aku sudah tidak punya potret yang lain…sudah tidak punya…

Continue reading ‘padang dalam potret kenangan…’

01
Oct
09

duka ranah minang…ratok anak nagari…

Inna illahi wa inna illahi rajiun…bumi pertiwi kembali berduka…setelah jawa barat kini giliran ranah minang yang harus menangis, tanah kelahiranku, tempat menghabiskan lebih dari separo usiaku…yang baru beberapa hari yang lalu aku tinggalkan…

episentrum gempa sumbar

sore kemarin, sepulang dari kantor aku dikagetkan dengan breaking news di metro tv tentang gempa berkekuatan 7,6 skala richter (SR) yang baru saja mengguncang sumatera. yang lebih membuatku syok ternyata titik episentrum gempa itu berada di ranah minang, kampuang nan jauh di mato. aku segera mencoba menghubungi keluarga yang berada di padang dan bukittinggi, tapi gagal. sepertinya jaringan komunikasi ke sana ikut mengalami gangguan. saat itu aku hanya bisa berdoa semoga ibu, kakak2 dan keponakan2ku dilindungi Allah dari bencana ini, sambil terus berusaha menghubungi ke padang dan bukittinggi…

Continue reading ‘duka ranah minang…ratok anak nagari…’

08
Sep
09

kenapa lipi kurang dikenal?

pertanyaan inilah yang kembali menggelitikku…berawal dari obrolan dengan seorang ibu separobaya di atas bis dari tol jagorawi cibinong menuju ke kota bogor minggu siang. sebenarnya aku tidak terlalu suka ngobrol jika sedang melakukan perjalanan terutama di atas bis baik dengan teman apalagi dengan penumpang lain yang baru dikenal. biasanya aku lebih asyik melemparkan pandangan ke luar jendela atau hanya sekedar memandang jalanan, itu pulalah sebabnya aku lebih suka duduk di bangku paling depan. tapi siang itu berhubung bisnya sudah penuh, jadilah aku duduk di bangku bagian tengah yang penuh sesak orang2 berdiri sehingga hawa panas terasa sangat menyesakkan. ga lama seorang ibu naik dengan dua anaknya, yang duduk sebangku denganku berkat kebaikan hati seorang pria yang memberikan tempat duduknya pada sang ibu. baru duduk ibu ini langsung menyapaku menanyakan tujuanku. kemudian dia mulai menunjukan keakrabannya denganku bercerita tentang dirinya dan keluarganya dan sekali-kali bertanya tentang diriku. sampailah pada pertanyaan yang disatu sisi membuatku tertawa tapi di sisi lain membuat hatiku sedih, “neng kerja dimana?” tanya si ibu. berhubung si ibu warga cibinong, maka aku jawab “di lipi bu”. ibu itu langsung merespon “o…lipi…awalnya hatiku senang banget “wah ibu ini ternyata tahu lipi…”, tapi tiba-tiba dia melanjutkan dengan pertanyaan yang membuat hatiku sedikit mencelos, “lipi yang di citereupkan?” “bukan bu, tapi di cibinong, di bakos” jelasku bermaksud mengoreksi pertanyaannya. “iya, tapi di cetereup kan juga ada neng” sanggahnya. dengan malas aku menjawab, “o…gitu ya bu? perasaanku mulai ga enak sampai akhirnya dia kembali bertanya, “lipi itu pabrik apaan sih neng, sepatu bukan?” gubbbraaakk…aku makin ga berselera melanjutkan obrolan lebih jauh ketika ibu itu bilang “neng, coba aja melamar ke pabrik yang lain, lumayanloh neng gajinya 1 juta sebulan” aku hanya menganguk-angguk sambil tersenyum kecut. jujur aku sama sekali ga menyalahkan ibu ini jika ga kenal lipi, karena ini bukan yang pertama kalinya aku dan teman-teman yang bekerja di lipi dihadapkan dengan kenyataan ini. karena peristiwa siang itu aku terusik untuk kembali mengingat-ingat pengalaman beberapa teman yang juga harus menghadapi kenyataan yang sama. malah ada  pengalaman lucu temanku prima (sekarang melanjutkan studi di leiden universiteit- netherland), waktu itu dia naik metromini menuju kantornya di lipi pusat jakarta, takut kelewatan dia bilang ke keneknya, “lipi, kiri bang!”, si abangnya bukannya memberikan tanda berhenti pada sopir, malah marah sama temanku “masih jauh mbak!!”. karena udah agak kelewat dari gedung lipi, temanku mengetok-ngetok bisnya supaya berhenti, eh keneknya malah menghardik, “slipi masih jauh mbak!!” dengan kesal temanku balas menghardik, “saya mau turun di lipi bukan di slipi bang!!!” maklum orang lebih kenal halte itu dengan “kartika” atau “telkom”, padahal haltenya persis di depan lipi.

pengalamanku yang kebetulan memiliki sidejob sebagai dosen, jika ditanya tentang pekerjaan dan menjawab peneliti lipi, responnya pasti “lipi itu perusahaan apa ya?” atau “di lipi kerjaannya apa sih”. respon yang sangat berbeda jika aku bilang sebagai dosen, tanggapannya pasti lebih wah “dosen??? wah hebat…bla bla bla…”

menurut pendapat pribadiku, kenapa lipi kurang dikenal?? kalopun dikenal hanya oleh sesama badan riset atau akademisi. persoalannya adalah promosi, publikasi atau sosialisasi yang kurang dari lipi sendiri terhadap masyarakat. jadi gimana supaya dikenal? sebagai lembaga riset, promosi yang paling jitu pastinya lewat hasil-hasil penelitian yang bermanfaat dan berdampak langsung pada masyarakat. bukankah ini tanggungjawab kita semua sebagai civitas lembaga ilmu pengetahuan indonesia? apalagi baru-baru ini lipi dinobatkan sebagai lembaga riset terbaik di indonesia bahkan di asia tenggara oleh world rank research center baca di sini

04
Sep
09

sekilas tentang gempa…

entah untuk keberapakali negeri ini diguncang gempa bumi, entahlah…dua hari yang lalu 2/9/09 sekitar pukul 14.55 peristiwa alam ini kembali menunjukan kegagahannya pada negeri ini. pulau jawa dan bali di ayun2 oleh getaran yang sangat kuat. semuanya kaget, panik dan berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. begitu juga yang terjadi di kantorku di kawasan cibinong-bogor. aku dan tiga orang teman yang pada saat itu sedang khusyuk di depan laptop masing2, tiba2 merasa goyang2, sepersekian detik kami berempat hanya saling berpandangan…masih belum ngeh kalo gempa…getaran yang awalnya pelan kian lama kian kuat…kami baru benar2 sadar kalo getaran itu ternyata gempa setelah melihat salah satu teman yang langsung berdiri, berteriak “gempa” sambil lari. secara reflex kami semua pada ikutan lari ke luar ruangan tapi masih bertahan di lorong lantai atas karena getarannya sudah berhenti. sepanjang koridor lantai 2 sudah dipenuhi kariyawan lain yang juga panik. sepersekian detik, kembali terjadi getaran (walaupun ga sekuat yang pertama), semuanyapun berhamburan turun ke halaman…tanpa membawa apa2 kecuali badan…bahkan banyak yang berlarian tanpa alas kaki…karena yang ada di otak saat itu hanya menyelamatkan nyawa…otak sama sekali udah ga mampu mengingat tips2 yang harus dilakukan bila terjadi gempa yang sering disosialisasikan atau disimulasikan di tv.

Continue reading ’sekilas tentang gempa…’

13
Aug
09

pengalaman monev…

para peneliti atau dosen yang pernah menerima atau memimpin suatu proyek penelitian atau minimal pernah menjabat sebagai tolak ukur kegiatan tematik dipa, pasti sudah sangat akrab dengan istilah satu ini, monev atau singkatan dari monitoring dan evaluasi. itu loh…pelaporan dan pertanggungjawaban kegiatan penelitian yang sedang dilaksanakan. biasanya monev ini dilaksanakan per triwulan dalam artian 3 kali dalam 10 bulan masa penelitian, sebagai prasyarat dana turun.

Continue reading ‘pengalaman monev…’

08
Aug
09

publikasi riset oleh “Koran Jakarta”

Tuhan Maha Tahu apa yang pantas untuk hambanya meski sekalipun kita tidak pernah memimpikannya. itulah yang aku alami saat ini, tak pernah terbayangkan, bahkan tak pernah berani bermimpi sebelumnya topik  risetku dipublikasikan di salah satu koran nasional.

Continue reading ‘publikasi riset oleh “Koran Jakarta”’

05
Aug
09

selamat ulang tahun “cahaya mata”ku

hari ini, 5 agustus merupakan hari yang membahagiakan buat orang yang paling aku sayangi dalam hidupku yaitu ibu. tepat di hari ini beliau genap berusia 71 tahun. usia yang beranjak senja,tapi masih penuh semangat untuk mewujudkan cita2 beliau di tahun ini, yaitu bisa melaksanakan ibadah haji…meski banyak rintangan dan halangan semoga doa dan keinginan beliau untuk menginjak tanah suci dikabulkan Allah swt. amin…
Saeng il chuk ha ham ni da!
Otanjou-bi Omedetou Gozaimasu!
happy b’day ibu!
selamat ulang “cahaya mata” ku!
semoga doa disetiap malam2mu akan selalu memberikan kesejukan buat kami anak2mu…
semoga cahayamu akan selalu menerangi mata hati kami, seperti namamu…

04
Aug
09

nulis lagi yuuuk…

6 bulan g nulis…kangen euy…tapi g sempat2…padahal 6 bulan belakangan ini banyak sekali kejadian, cerita dan ujian yang terjadi dalam perjalanan hidup ini. mulai dari yang mengecewakan sampai yang membahagiakan, yang bikin tersenyum sampai yang menyedihkan…semuanya hanya dibiarkan mengendap di otak…
mulai sekarang harus semangat menulis lagi!!!
thanks to Yani, nun jauh di korea sana…& trias yang ntar lagi mo ke prancis…telah mengingatkanku untuk menulis lagi…gamsahamnida…merci beaucoup…

31
Dec
08

padamu aku bertanya…

padamu aku bertanya…

kenapa wajahmu masih terasa dekat di mata?

kenapa tawamu masih terngiang di telinga?

kenapa suaramu masih menyejukkan sukma?


kemanakah akan aku bawa cinta?

kepada mu kah? tapi ke mana?

ke jiwa mu kah? tapi di mana?

padamu aku bertanya…


(rumah no. 3. 170205:01.00 pm)

31
Dec
08

malam tak selamanya kelam

jangan kau takut bila surya mulai tenggelam

karena siang pasti akan diduduki malam

jangan kau takut akan berjalan dalam kegelapan

karena bintang akan setia bersinar terang


jangan kau takut akan remang kegelapan

karena lentera akan berpendar di seluruh ruang

jangan kau takut gelap akan mengangkangi malam

karena malam tak selamanya kelam

(rumah no. 3. 100305:08.12 pm)




 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

uniunian

Archives

Flickr Photos

Nightmare

Dawn at the City of Arts and Sciences: Blue and Magenta series

Swimmers

More Photos