Monthly Archives: October 2009

padang dalam potret kenangan…

padang dalam potret kenangan…

berkempatan mudik kemarin setelah 3 tahun tidak menginjakan kaki di ranah minang, dan menghirup bebas sejuknya udara bukittinggi aku sangat bahagia. sekembali ke tanah jawa lagi di benakku sudah dipenuhi cerita-cerita indah tentang keelokan bumi minang yang akan aku tulis di blok ini.

padang kemarin...

tapi kini… semuanya harus menjadi sebuah kenangan…puing-puing kenangan yang selama ini hanya dipotret dengan mata dan ingatanku…berharap kepingan kenangan yang dikumpulkan lebih dari separo usiaku, jangan sampai pudar di ingatan dan di hati…karena aku sudah tidak punya potret yang lain…sudah tidak punya…

padang kini...

padang kini...

padang kini...

padang kini...

padang kini...sepanjang hari memantau lewat layar tv dan internet perkembangan pasca gempa yang mengguncang bumi minang, ulu hatiku ngilu, terluka…menyaksikan kota yang baru beberapa hari yang lalu aku tinggalkan…kini hampir rata dengan tanah…meski bersyukur seluruh keluargaku dalam keadaan selamat dan sehat, tapi begitu melihat betapa dahsyatnya duka yang ditinggalkan gempa yang terpampang di tv, aku tidak mampu menahan air mata untuk berhenti mengalir…ingatanku melayang jauuuuhh…kembali ke beberapa hari yang lalu…

mungkin sebuah firasat atau apa yang menuntun kakiku untuk terakhirkalinya memandang keelokan ranah minang, kota padang khususnya menjelang keberangkatanku kembali ke Jakarta sabtu dan minggu 26/27 september lalu, tepatnya 3 hari sebelum gempa meluluhlantakkan semua keindahan dan kenangan itu…selama kurang lebih 10 tahun merantau ke tanah seberang, berkesempatan pulang ke ranah minang hanya 3 tahun sekali, aku tidak pernah sekalipun jalan2 di kota tercinta ini, karena setiap pulang aku akan lebih senang menghabiskan waktu di kota bukittinggi yang sejuk, itupun bukan untuk jalan2 tapi menghabiskan waktu di samping ibuku. kalaupun mampir di kota padang, paling hanya sebatas badara tabing (bandara lama, sekarang sudah tidak berfungsi lagi untuk penerbangan umum) dan bandara internasional minang kabau (bandara baru yang terletak antara kota padang dan pariaman), atau mampir ke rumah kakak yang juga terletak di pinggir kota padang arah ke bukittinggi. Seingatku sejak merantau, aku sama sekali belum pernah melihat langsung bagaimana perubahan wajah kota padang 10 tahun terakhir.

entah mengapa, mudik kali ini terasa sangat berbeda, seakan ada yang menggerakkan dan mendorong hatiku kali ini harus berkeliling kota padang…kota yang sangat akrab semasa kuliah dulu di universitas andalas. perjalanan dimulai dari rumah kakak di daerah tabing (pinggir kota padang), tunggul hitam, air tawar (duluu di sini terdapat sebuah mall yang cukup besar yang bernama minang plaza, ternyata sekarang sudah berubah jadi hotel basko, dan menyisakan sedikit pusat perbelanjaan), setelah itu kami melewati ulak karang (di daerah ini univeritas bung hatta berdiri), lolong, purus, veteran, olo ladang dan berhenti dan jalan-jalan di plaza andalas. boleh dibilang ini plaza terbesar di kota padang, dan kini mengalami rusak berat akibat gempa yang memicu terjadinya kebakaran. saat itu aku sempat keliling dari lantai bawah sampai lantai atas. jika melongok ke jendela dari lantai paling atas ini terlihat pemandangan yang sangat indah karena plaza ini langsung menghadap ke laut).

kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pantai muaro yang hanya beberapa meter dari plaza andalas dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki (ini baru pertamakalinya aku bela-belain pergi ke pantai di siang bolong di bawah terik matahari yang sangat panas. tapi, semuanya seakan terkalahkan oleh kerinduan akan suara deburan ombak yang lepas bebas menghantam pantai.

setelah puas memotret pemandangan di situ, kami kembali ke depan plaza andalas menunggu angkot menuju jalan by pass. mengikuti rute, pasar raya padang (yang juga terbakar), kawasan imam bonjol, tarandam, sawahan, simpang haru, lubuk begalung, andalas, dan berakhir di sungai sapiah dekat terminal bis air pacah. sepanjang jalan aku hampir selalu mengomentari pemandangan indah yang tersaji disepanjang perjalanan, yang dalam waktu sekejab berubah menjadi cerita muram yang mengubur tubuh dan impian semua orang…seperti saat melintas di depan gamma, spontan dalam hati aku bergumam, “gamma sekarang bagus ya?”, lewat hotel ambacang, “Ini hotel apa ya?” pikirku coba mengiat-ingat karena duluu belum seperti itu…rupanya sudah direnovasi.

menjelang sore, kami kembali ke tabing melalui daerah koto tangah, aku senang akhirnya bertemu sate padang lesehan yang sangat sulit aku temui di kawasan cibinong ini (kalo rumah makannya menjamur, tapi tidak demikian dengan satenya yang terkenal dengan kekhasan bumbunya).

yang menjadi catatan selama penjelajahan hari itu adalah pertama, perubahan wajah angkot dan bis kota di kota padang yang unik (nanti aku akan bercerita tentang hal ini…), kedua, kota ini terlihat sangat tertata dan jauuuh lebih bersih dibandingkan dulu. sungai-sungai yang mengalir membelah kota, terlihat bersih jauuuh dari tumpukan sampah seperti yang sering kita temui di jakarta (tak ada sungai tanpa sampah dan bau yang menusuk hidung hehehe), begitu juga dengan jalan rayanya, tidak hanya bersih mengkilap hanya sebatas pada jalan protokol, tapi merata keseluruhan pelosok kota. dan yang ketiga banyak sekali bangunan2 bertingkat yang berdiri menghiasi kota ini, salah satunya mesjid raya dengan kubah bagonjong ala rumah gadang yang masih separo jadi. saat melihat mesjid ini aku sudah sangat terpesona apalagi kalo nanti sudah jadi?? pasti akan sangat bagus…melihat arsitekturnya yang unik. saat berkeliling kota ini saat itu, dalam hatiku menyelinap semacam kerinduan terhadap kota ini…entah apa bentuknya dan entah apa namanya…ironisnya inilah kesempatan terakhirku untuk memotret dan memperbaharui kenanganku akan kota ini, meski hanya dalam ingatan dan hatiku…karena kini, akhirnya kota ini sudah menemui takdirnya sendiri… insyaallah bersambung…

Note: foto-foto diunduh dari berbagai sumber

duka ranah minang…ratok anak nagari…

duka ranah minang…ratok anak nagari…

Inna illahi wa inna illahi rajiun…bumi pertiwi kembali berduka…setelah jawa barat kini giliran ranah minang yang harus menangis, tanah kelahiranku, tempat menghabiskan lebih dari separo usiaku…yang baru beberapa hari yang lalu aku tinggalkan…

episentrum gempa sumbar

sore kemarin, sepulang dari kantor aku dikagetkan dengan breaking news di metro tv tentang gempa berkekuatan 7,6 skala richter (SR) yang baru saja mengguncang sumatera. yang lebih membuatku syok ternyata titik episentrum gempa itu berada di ranah minang, kampuang nan jauh di mato. aku segera mencoba menghubungi keluarga yang berada di padang dan bukittinggi, tapi gagal. sepertinya jaringan komunikasi ke sana ikut mengalami gangguan. saat itu aku hanya bisa berdoa semoga ibu, kakak2 dan keponakan2ku dilindungi Allah dari bencana ini, sambil terus berusaha menghubungi ke padang dan bukittinggi…

melihat berita dan gambar2 yang berhasil terekam di televisi aku semakin cemas dan lemas, apalagi sampai tengah malam ga satupun keluarga di sana yang bisa dihubungi..beruntung lewat tengah malam aku berhasil menghubungi ibuku lewat telfon rumah di bukittinggi. syukur alhamdulillah beliau dan kakak perempuan serta keponakanku ga apa apa. keadaan rumahpun tidak mengalami kerusakan, cuma vas bunga dan boneka ayam2 keramik yang bewarna emas, hadiah dari sodara dari mekah yang pecah berantakan. mengenai boneka ayam ini, aku punya cerita yang mungkin juga firasat riwayatnya bakalan tamat. waktu mudik lebaran kemarin , entah kenapa boneka ini sangat menarik perhatianku yang sebelumnya ga pernah memikirkannya. saat dari kejauhan melihat boneka ini (berupa induk ayam dan anaknya) masih berkilauan di lemari, aku sempat membatin, sudah berapa ya usia boneka ayam ini? rasanya boneka ini sudah ada sejak aku mulai bisa mengingat kehidupanku. melihatnya masih berkilauan di lemari, aku sempat berkata dalam hati, nanti aku akan memotretnya, tapi sayangnya aku melupakannya. saat mendengar cerita kakakku boneka ini yang hancur aku baru menyadari aku telah melupakan niat untuk mengabadikannya. kenapa boneka ini masih berkilauan dan tampak masih baru?? padahal usianya sudah senja…ternyata sebelum lebaran kedua boneka ini dimandikan oleh kakakku (mungkin untuk pertama kalinya dia dimandikan hehehe), karena saat itu dia berfikir kasihan sudah dipenuhi debu. dan saat di jemur di halaman, ibuku berkata pada kakakku, “jangan dijemur di halaman, nanti dicuri orang”. semalam aku baru tahu berapa usia boneka ini. boneka itu di berikan oleh tanteku sebagai oleh2 dari mekah saat dia menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya tahun 1975 (ini usia dia bersama kami, tapi ga tau kapan dia di buat). yah…seperti manusia akhirnya usianya harus berakhir juga…sekarang hanya boneka anak ayam yang tersisa, sehingga ponakanku yang kelas lima SD berkata, “kasihan anaknya di tinggalin induknya”.

mendengar keluarga di bukittinggi sehat walafiat, hatiku sedikit lega, tapi masih belum bisa tenang karena merisaukan kakak2 dan keponakan2ku yang menetap di kota padang, yang luluh lantak…firasatku mengatakan saat terjadi gempa mereka pasti terpisah2, mengingat semuanya sedang beraktifitas di luar rumah, seperti bekerja dan kuliah. beruntung pagi ini aku sudah mendapat kabar dari salah satu kakak yang memastikan semua keluarga di padang selamat dan sudah berkumpul di tempat yang lebih aman. meski rumah salah satu kakakku hancur, karena lantai rumahnya meledak dan mengakibatkan semburan air yang cukup besar, syukur alhamdulillah ga ada satupun dari mereka yang terluka…tapi untuk dunsanak (sodara) di ranah minang yang menjadi korban, aku sangat berduka…

berdasarkan catatan badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG), gempa terjadi kemarin pukul 17.16 WIB dengan episentrum di 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT). pusat gempa itu berada pada 57 km barat laut pariaman, sumatera barat, dengan kedalaman 71 km. sampai pagi tadi masih terjadi paling kurang 7-8 gempa susulan. bahkan tadi pagi ini gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) juga mengguncang guncang tenggara sungai penuh-jambi pada pukul 08:52:29 WIB, pada kedalaman 10 kilometer (Km) dengan lokasi 2.44 LS – 101.59 BT.

sampai dengan saat ini, berdasarkan data terakhir badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) pagi ini kamis, 01/10/2009, pukul 11.30 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di sumatera barat kemarin berjumlah 220 orang dengan rincian 144 orang (dengan 41 orang telah teridentifikasi) di kota padang, 62 orang di kabupaten padang pariaman dan 14 orang di kota pariaman.

dilaporkan pula korban luka berjumlah ± 168 orang lebih dan sebagian telah dievakuasi ke rumah sakit dan diperkirakan masih akan terus bertambah. ran ribuan orang masih terhimpit di sejumlah bangunan, diantaranya di wilayah marapalam padang, reruntuhan adira finance sawahan, reruntuhan ruko di sawahan, reruntuhan ruko di simpang haru, di mesjid nurul imam padang, apotik sari depan nurul Imamn, gedung gama, BII sudirman, PT. AGD di bypass padang.

gempa kemarin dirasakan tidak hanya di pulau sumatera melainkan hingga singapura dan malaysia. kepanikan juga terasa di berbagai kota besar di sumatera seperti banda aceh, medan, jambi, pekanbaru, batam, palembang, lampung, dan bengkulu. namun, wilayah yang paling parah terkena dampak gempa adalah kabupaten padang pariaman dan kota padang, dimana gempa mengakibatkan kerusakan masif di kedua kota tersebut.

ribuan orang diperkirakan masih terjebak di reruntuhan bangunan sementara ribuan orang lainnya berusaha mengungsi,menghindari tinggal di bawah bangunan karena takut tertimpa reruntuhan. kondisi ini diperparah oleh gempa susulan yang terus terjadi sementara hujan deras mengguyur kota padang hingga siang ini.

gempa juga mengakibatkan runtuhnya ribuan rumah, hotel, gedung2 pemerintahan, pasar, universitas andalas bahkan rumah2 sakit. kebakaran di 10 titik di kota padang dan kebakaran terparah terjadi di pusat perbelanjaan pasar raya, dan di plaza andalas. akses menuju padang hampir semuanya  putus karena banyak terjadi longsor. berdasarkan pantauanku semalam lewat tv  jalan padang menuju bukit tinggi tertutup longsor di 3 titik di daerah singgalang dan jaringan listrik di beberapa kab/kota padam dan jaringan komunikasi mengalami gangguan. selain itu di maninjau, perbatasan jambi padang dan solok padang juga putus akibat longsor.

akibat gempa bumi yang terjadi di padang, bandara internasional minangkabau ditutup. sejumlah penerbangan dibatalkan. tapi syukur alhamdulillah tadi malam sudah kembali beroperasi lagi, minimal untuk menyalurkan bantuan, supaya korban cepat segera tertolong.


cepat sembuh ranah minang …dukamu adalah ratok kami anak nagari…

semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini, dan semoga musibah ini menjadikan kita semua menyadari bahwa hanya satu Yang Mahakuasa di dunia dan akhirat nanti, karena pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya tanpa kita ketahui kapan waktunya tiba. Innalillahi wainna ilaihi roji’uun. Robbana dzolamna anfusana wainlam taghfir lana lanakunanna minal khosiriin.