padang dalam potret kenangan…

padang dalam potret kenangan…

berkempatan mudik kemarin setelah 3 tahun tidak menginjakan kaki di ranah minang, dan menghirup bebas sejuknya udara bukittinggi aku sangat bahagia. sekembali ke tanah jawa lagi di benakku sudah dipenuhi cerita-cerita indah tentang keelokan bumi minang yang akan aku tulis di blok ini.

padang kemarin...

tapi kini… semuanya harus menjadi sebuah kenangan…puing-puing kenangan yang selama ini hanya dipotret dengan mata dan ingatanku…berharap kepingan kenangan yang dikumpulkan lebih dari separo usiaku, jangan sampai pudar di ingatan dan di hati…karena aku sudah tidak punya potret yang lain…sudah tidak punya…

padang kini...

padang kini...

padang kini...

padang kini...

padang kini...sepanjang hari memantau lewat layar tv dan internet perkembangan pasca gempa yang mengguncang bumi minang, ulu hatiku ngilu, terluka…menyaksikan kota yang baru beberapa hari yang lalu aku tinggalkan…kini hampir rata dengan tanah…meski bersyukur seluruh keluargaku dalam keadaan selamat dan sehat, tapi begitu melihat betapa dahsyatnya duka yang ditinggalkan gempa yang terpampang di tv, aku tidak mampu menahan air mata untuk berhenti mengalir…ingatanku melayang jauuuuhh…kembali ke beberapa hari yang lalu…

mungkin sebuah firasat atau apa yang menuntun kakiku untuk terakhirkalinya memandang keelokan ranah minang, kota padang khususnya menjelang keberangkatanku kembali ke Jakarta sabtu dan minggu 26/27 september lalu, tepatnya 3 hari sebelum gempa meluluhlantakkan semua keindahan dan kenangan itu…selama kurang lebih 10 tahun merantau ke tanah seberang, berkesempatan pulang ke ranah minang hanya 3 tahun sekali, aku tidak pernah sekalipun jalan2 di kota tercinta ini, karena setiap pulang aku akan lebih senang menghabiskan waktu di kota bukittinggi yang sejuk, itupun bukan untuk jalan2 tapi menghabiskan waktu di samping ibuku. kalaupun mampir di kota padang, paling hanya sebatas badara tabing (bandara lama, sekarang sudah tidak berfungsi lagi untuk penerbangan umum) dan bandara internasional minang kabau (bandara baru yang terletak antara kota padang dan pariaman), atau mampir ke rumah kakak yang juga terletak di pinggir kota padang arah ke bukittinggi. Seingatku sejak merantau, aku sama sekali belum pernah melihat langsung bagaimana perubahan wajah kota padang 10 tahun terakhir.

entah mengapa, mudik kali ini terasa sangat berbeda, seakan ada yang menggerakkan dan mendorong hatiku kali ini harus berkeliling kota padang…kota yang sangat akrab semasa kuliah dulu di universitas andalas. perjalanan dimulai dari rumah kakak di daerah tabing (pinggir kota padang), tunggul hitam, air tawar (duluu di sini terdapat sebuah mall yang cukup besar yang bernama minang plaza, ternyata sekarang sudah berubah jadi hotel basko, dan menyisakan sedikit pusat perbelanjaan), setelah itu kami melewati ulak karang (di daerah ini univeritas bung hatta berdiri), lolong, purus, veteran, olo ladang dan berhenti dan jalan-jalan di plaza andalas. boleh dibilang ini plaza terbesar di kota padang, dan kini mengalami rusak berat akibat gempa yang memicu terjadinya kebakaran. saat itu aku sempat keliling dari lantai bawah sampai lantai atas. jika melongok ke jendela dari lantai paling atas ini terlihat pemandangan yang sangat indah karena plaza ini langsung menghadap ke laut).

kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pantai muaro yang hanya beberapa meter dari plaza andalas dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki (ini baru pertamakalinya aku bela-belain pergi ke pantai di siang bolong di bawah terik matahari yang sangat panas. tapi, semuanya seakan terkalahkan oleh kerinduan akan suara deburan ombak yang lepas bebas menghantam pantai.

setelah puas memotret pemandangan di situ, kami kembali ke depan plaza andalas menunggu angkot menuju jalan by pass. mengikuti rute, pasar raya padang (yang juga terbakar), kawasan imam bonjol, tarandam, sawahan, simpang haru, lubuk begalung, andalas, dan berakhir di sungai sapiah dekat terminal bis air pacah. sepanjang jalan aku hampir selalu mengomentari pemandangan indah yang tersaji disepanjang perjalanan, yang dalam waktu sekejab berubah menjadi cerita muram yang mengubur tubuh dan impian semua orang…seperti saat melintas di depan gamma, spontan dalam hati aku bergumam, “gamma sekarang bagus ya?”, lewat hotel ambacang, “Ini hotel apa ya?” pikirku coba mengiat-ingat karena duluu belum seperti itu…rupanya sudah direnovasi.

menjelang sore, kami kembali ke tabing melalui daerah koto tangah, aku senang akhirnya bertemu sate padang lesehan yang sangat sulit aku temui di kawasan cibinong ini (kalo rumah makannya menjamur, tapi tidak demikian dengan satenya yang terkenal dengan kekhasan bumbunya).

yang menjadi catatan selama penjelajahan hari itu adalah pertama, perubahan wajah angkot dan bis kota di kota padang yang unik (nanti aku akan bercerita tentang hal ini…), kedua, kota ini terlihat sangat tertata dan jauuuh lebih bersih dibandingkan dulu. sungai-sungai yang mengalir membelah kota, terlihat bersih jauuuh dari tumpukan sampah seperti yang sering kita temui di jakarta (tak ada sungai tanpa sampah dan bau yang menusuk hidung hehehe), begitu juga dengan jalan rayanya, tidak hanya bersih mengkilap hanya sebatas pada jalan protokol, tapi merata keseluruhan pelosok kota. dan yang ketiga banyak sekali bangunan2 bertingkat yang berdiri menghiasi kota ini, salah satunya mesjid raya dengan kubah bagonjong ala rumah gadang yang masih separo jadi. saat melihat mesjid ini aku sudah sangat terpesona apalagi kalo nanti sudah jadi?? pasti akan sangat bagus…melihat arsitekturnya yang unik. saat berkeliling kota ini saat itu, dalam hatiku menyelinap semacam kerinduan terhadap kota ini…entah apa bentuknya dan entah apa namanya…ironisnya inilah kesempatan terakhirku untuk memotret dan memperbaharui kenanganku akan kota ini, meski hanya dalam ingatan dan hatiku…karena kini, akhirnya kota ini sudah menemui takdirnya sendiri… insyaallah bersambung…

Note: foto-foto diunduh dari berbagai sumber

5 Responses »

  1. Wah….pasti rasanya berkesan sekali ya jalan-jalan uni di kota Padang sebelum gempa terjadi. Turut berduka untuk saudara-saudara korban gempa di Padang. Semoga keadaan cepat pulih walaupun mungkin belum tentu bisa mengembalikan kota Padang seperi sediakala. Ditunggu lanjutan ceritanya ni :)

    • bener bgt Ka, sangat2 berkesan sekali…tapi semuanya adalah kehendakNya…semoga saudara2 di sana kuat dan tetap semangat…

  2. hy… tman2 q yang tercinta dan keluarga q yg tersayang….
    jgn lah engGkau bersedih apa yg tlah ter jd di RANAH MINANG
    kuat kanlah hati mu” yg apa terJadi di kota padang”
    ” jg diri kalian baik2……
    asssllmallkmmm… ^_^

  3. memang aku juga ingat semasa kecilku bertempat tinggal di padang kota tercinta. kesempatan mengunjungi kota padang alhamdulillah akhirnya kesampaian, pada tanggal 3 april 2011 setelah hampir 7 tahun lebih tak berkunjung ke kota ini. aku dan anak2 dengan pesawat lion air mendarat di bandara minangkabau, walaupun sempat juga kesal terhadap penerbangan ini karena waktu delay yang telalu lama bandara suta.
    memang setelah gempa 2009 terlihat sekali bagaimana keadaan kota ini, disana sini banyak sekali kelihatan bekas gedung2 yang hampr rata dengan tanah, yach mau diapain lagi dan ini merupakan cobaan bagi masyarakat kota padang dan sekitarnya.
    walaupun berkunjungan ke kota kelahiran ku ini mempunyai waktu yang sangat terbatas, hanya 3 hari, tapi aku bisa merasakan, mengingat dan mengenang kembali masa2 lalu di kota ini.
    pasar raya sudah tidak ada bentuknya, pedagang kaki lima juga tidak beraturan lagi akibat dari gempa 2009.
    walau hanya sesaat dikota ini, aku dan keluarga berharap bisa kembali mengunjunginya di masa mendatang, insya allah, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s