Monthly Archives: March 2010

“sinar di sepinya kesunyian”

“sinar di sepinya kesunyian”

Lamunan kembali memaksa Sunyi menyeret fikirannya. Berjalan mengikuti kata hatinya yang sepi. Membebaskan angan kemanapun ia hendak ingin berlari. Meski dia tahu dengan pasti arah setiap perjalanan ini…Seperti hari-hari kemarin…Sunyi sudah teramat hafal dengan hatinya. Sejauh apapun sang hati ingin menghanyutkan dirinya, pasti akan selalu bermuara pada sebuah wajah…akan selalu terdampar pada sebuah nama…Sinar. Satu-satunya nama yang mampu menerangi ruang semu hampa cahaya di kesunyian hatinya.

Read the rest of this entry

“escalaphobia”

“escalaphobia”
Kisah berikut, entah akan menjelma menjadi sesuatu yang memalukan atau barangkali akan terlihat seperti membuka aib, kelemahan atau kebodohan sendiri atau mengundang belas kasihan di benak pemirsa…eh pembaca…entahlah. Kata orang, semua bergantung pada cara pandang dari kacamata masing-masing. Jadi, bersyukurlah bagi yang kebetulan berkacamata…baik minus, plus maupun silinder…Bagi yang tidak berkacamata usah bimbang dan jangan ragu, dipersilakan mencari kacamata yang pas dulu. Terserah, mau pakai kaca mata renang, riben, atau pinjam kaca mata kuda juga boleh…hehe..just kidding but serious…
Kebanyakan orang *mungkin tidak semua* telah (simple past tense), sedang (present continous tense) atau akan (future tense) menderita yang namanya phobia yaitu rasa ketakutan atau kecemasan yang berlebihan pada sesuatu hal. Sebagai contoh sederhana adalah rasa takut akan ketinggian yang dikenal sebagai “hyperphobia”, dan aku termasuk salah satu penderitanya…(jadi ingat wajah cemas big boss saat naik Singapore Flyer…).

wajahmu mengingatkanku pada ayahku…

wajahmu mengingatkanku pada ayahku…

Kadang kala, kita tanpa sengaja menemukan bayangan seseorang dalam diri orang lain yang entah siapa, tanpa pernah mengenal atau bertemu sebelumnya dengan yang bersangkutan. Apakah kejadian seperti ini termasuk ke dalam yang namanya dejavu atau bukan, entahlah…
aku juga tidak terlalu paham…Namun, apa jadinya, jika tiba-tiba melihat bayangan orang tercinta yang posisinya kini sudah tidak di sisi, di dalam diri orang lain? Inilah kenyataan yang terjadi padaku…

Read the rest of this entry

Salahkah bila ayahku seorang petani?

Salahkah bila ayahku seorang petani?

Kita tidak pernah tahu dan tidak bisa memilih orang tua kita sesuai keinginan. Dan kitapun tidak pernah bisa menentukan harus terlahir di tengah keluarga yang serba berkecukupan dengan seorang ayah dan ibu yang membanggakan. Kitapun tidak bisa memilih apakah akan terlahir sebagai anak konglomerat atau sebaliknya konglomelarat, anak pengusaha, pedagang, PNS, petani bahkan pengemis sekalipun. Kita tidak akan pernah bisa memilih…

Tapi, adilkah memandang dan menilai seseorang dari bagaimana latar belakang keluarganya? Berdasarkan pekerjaan orang tuanya? Bukan dari kualitas pribadi yang bersangkutan? Pengalaman pilu inilah dialami oleh seorang kawan, yang beberapa waktu lalu dipanggil untuk mengikuti interview di salah satu bank terkenal. Rupanya, kejadian ini, bukan untuk pertamakalinya menimpa kawan ini, sudah teramat sering dia diperlakukan begitu, dipandang sebelah mata atau mungkin ga pernah dilihat sama sekali…

Read the rest of this entry

dok, salah obat kah?

dok, salah obat kah?

WARNING! Kasus berikut, tidak bermaksud menyinggung profesi tertentu…dan tidak bertujuan mengenarilisasi…sama sekali bukan…mungkin hanya oknum-oknum terpilih yang telah mempraktekannya…

Kisah ini merupakan pengalaman seorang adik sekaligus teman baikku, bisa dikatakan begitu. Beberapa waktu berselang dia mengalami kondisi yang kurang fit, sehingga memaksanya untuk mengunjungi salah satu klinik 24 jam, yang akhir-akhir ini kian menjamur. Biasanya jika sakit, dia selalu berobat di rumah sakit, tapi berhubung ada klinik yang dekat, dia pikir apa salahnya mencoba berobat ke sana. Klinik-klinik sejenis ini biasanya dihuni oleh beberapa orang dokter dan dilengkapi apotek segala. Nah, pada saat itu sang adik ini ditangani oleh seorang dokter, maybe masih co-ass alias co assistant doctor alias dokter muda atau baru saja jadi dokter…ga tau juga, tapi yang pasti belum banyak makan asam garam, pahit manis, senang getirnya jadi dokter nampaknya.

Read the rest of this entry

awas copet…copet, awas ketahuan!

awas copet…copet, awas ketahuan!
Jenuh menghabiskan waktu di kost-an yang mulai terasa memumetkan otak, sabtu siang aku ditemani adik pergi melihat-lihat keramaian Bogor, kota yang rasa-rasanya lebih ramai angkotnya daripada penduduknya ini. Sebenarnya keputusanku untuk ke luar rumah, ga semata karena rasa suntuk yang memenuhi pikiran, tapi memiliki 2 misi khusus, yaitu mengunjungi dokter guna meminta bantuan mencarikan solusi masalah kesehatan yang belakangan kerap menggangguku dan membeli sebuah buku yang membuatku penasaran dari beberapa minggu yang lalu. Sempat pula tersirat dalam hati, misi sampingan lain yaitu berharap menemukan sesuatu yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan.

Tapi justru misi sampingan inilah satu-satunya misi yang berhasil terwujud, sementara misi utama gatot kaca semua…Mau sowan ke dokter, ternyata sang dokter ga praktek, jadi harus balik lagi Senin sore, sementara buku idamanpun ga berhasil ditemukan karena belum beredar di Gramedia. Meski kecewa, setidaknya bisa sedikit tersenyum jadi saksi kasus pencopetan.

Read the rest of this entry

“ikhlas” jangan dipertanyakan!

“ikhlas” jangan dipertanyakan!
Perlukah mempertanyakan sebuah keikhlasan setelah melakukan “pemaksaan”?

Pertanyaan inilah yang mengelitik hatiku sedari minggu siang. Berawal dari ketukan di daun pintu kost-an. Awalnya kukira pengantar “sudahkah anda mimum Yakult hari ini? Saya minum dua!!”, yang tiap hari minggu rutin datang ke rumah…Adikku yang saat itu memang sedang menunggu kedatangan Yakult, karena sedang mengalami gangguan pencernaan, langsung bergegas membukakan pintu…Tapi, kok lama…Karena penasaran, akupun mendekatkan mata ke ruang tamu alias mengintip, rupanya sang pengetuk pintu bukan pengantar Yakult langganan…melainkan seorang wanita separo baya yang belum pernah ku mengenalnya di hari-hari sebelumnya. Dia terdengar berbicara panjang lebar cenderung memaksa pada adikku.

Selidik punya selidik, ternyata si ibu jualan pembasmi jentik nyamuk…door to door…Awalnya dia cuma menawari, tapi ujung-unjungnya kok malah terjadi tindakan kekerasan dalam rumah tangga? hohoho pemaksaan maksudnya…harus, wajib dan kudu ngambil…dengan alasan di wajibkan pak RT. Padahal malamnya pak RT ke rumah ga peduli bahkan sama sekali ga nanya, aku sudah beli Abate apa belum? hanya minta sumbangan buat Maulidan saja…Rupanya adikku luluh juga mendengar rayuan malaikat maut si ibu…dan tanpa berkata apa-apa segera merogoh saku… Read the rest of this entry

smelly feet…@#$%$#&*$##@…

smelly feet…@#$%$#&*$##@…
Anda punya masalah dengan bau kaki? Atau barangkali pernah punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan masalah satu ini? Sepertiku? Wait…wait…wait…jangan buru-buru berpositif thingking dong…kalo cerita yang akan dishare kali ini masalah kakiku…bukan…bukan…Alhamdulillah kakiku dalam keadaan sehat wal’afiat…Sebenarnya ini adalah masalah kaki orang lain…tapi sungguh ga menyenangkan buatku pribadi.

Kejadiannya saat berangkat ke negeri singa ngeches minggu lalu…Idealnya berkesempatan jalan-jalan ke negeri orang seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bukan? Tapi ternyata tidak demikian halnya denganku. Sedari berangkat aku sudah dibuat bête sehingga migrainku sampai kumat menunggu temans di pangkalan Damri Bogor yang ngaret hampir 2 jam dari janji yang telah disepakati…Beruntungnya di masa injury time masih keburu masuk pesawat…kan ga lucu batal ke Singapura gara-gara ketinggalan pesawat…padahal sudah prepare sejak setahun yang lalu…pfuiiihh…*hehe uni sedikit curhat…^^ Read the rest of this entry