Ada saja kejadian aneh bin lucu yang terjadi hari ini. Kisah berikut tentang dua temanku Sita dan Anis. Kami bertiga adalah teman sepermainan dengan mikroorganisme, dalam artian sama-sama mengggeluti bidang Mikrobiologi. Tapi bukan tentang persahabatan kami bertiga ini yang hendak kubagi…Tapi sebuah kejadian mengulum senyum yang sempat menimpa mereka berdua di tadi pagi.
Seperti biasanya aku dan Anis lah yang selalu lebih dulu datang pagi dan mendekam di Lab.
Mikrobiologi dan Biodegradasi ini. Kira-kira jam 9-an masuklah Sita sambil menenteng-nenteng botol yang berisi bibit bakteri untuk membuat Nata. Sejenak kemudian aku mendengar Sita berucap, hendak menginokulasi bibit Nata itu, sambil berlalu ke luar lab, meninggalkan aku dan Anis, yang asyik di depan laptop, karena masih menunggu jam menghitung nyamuk dan inokulasi jamur tiba. Aku kasihan melihat Sita yang sedang hamil tua, bolak balik dari rumahnya yang sangat jauh di Tangerang sana, masih harus disibukan dengan kegiatan Lab bergelut dengan bakteri-bakterinya. Mungkin faktor kelelahan ini pulalah yang menyebabkan adanya kisah berikut.
Sejam kemudian kami (aku dan Anis) sama-sama bergerak untuk memulai aktifitas masing-masing dengan membagi tugas, aku menghitung jentik nyamuk, sementara Anis menginokulasi jamur untuk fermentasi di ruang sebelah. Sementara Sita belum balik-balik sedari tadi. Nah, saat Anis membuka pintu Lab hendak menuju ruangan sebelah, aku yang sedang menghitung nyamuk dikagetkan teriakan cenderung dialamatkan pada dirinya sendiri…”lho kok, bisa beda? Siapa yang membawa satunya?” “Ada apa sih?” tanyaku penasaran sambil mendekat ke pintu. “Ini…” jawabnya sambil menunjuk sandal yang tergeletak di lantai. Mataku langsung menuju lantai dan melihat dua belah sandal tapi bukan pasangan. Satu sandal jepit oranye dan satu lagi sandal coklat non jepit. “O…berarti sandalnya selingkuh tuh…”, candaku…
Setelah mengamati kedua sandal itu, kami bisa mengenali yang coklat sandal Sita. Berarti Sitalah pelakunya. “Kenapa Sita ga nyadar ya kalo sandal yang dipakainya berbeda…dan dimana dia sekarang dengan sandal yang berlainan itu?” tanya Anis tertawa. “Udah deh, aku pakai sandal Lab aja”, putus Anis sambil menenteng sandal Lab ke ruangan LAF. Endah karena merasa kami membicarakannya, ga lama berselang Sita datang sambil ketawa ketiwi karena telah menyadari sandal berbeda jenis dan warna yang terpasang di kakinya. “udah kemana aja jalan-jalan pamer sandal itu?” candaku yang disambut gelak tawa mereka berdua…
Kejadian ini jadi mengingatkanku pada judul lagunya Andra and The Back Bone…Sandalmu Bukan Sandalku eh…Jalanmu Bukan Jalanku…hehehe ^_^
—
*uni* — 18.05.10.