Monthly Archives: May 2010

gara-gara bebek angsa

gara-gara bebek angsa

Kata orang, bahasa adalah jendela dunia…Itu benar! Tapi apa jadinya jika seekor bebek berhasil “mempermalukan” aku yang asli Urang Awak (red. orang Minang) saat ngobrol ringan dengan seorang teman yang Jogja tulen? Hanya gara-gara BEBEK ANGSA!

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan keanekaragaman budaya dan bahasa di planet bumi ini. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahasa merupakan sarana mempermudah komunikasi, sehingga menghasilkan sebuah pengertian dan pemahaman yang baik satu sama lain. Tapi akan lain jadinya jika salah memahami bahasa, alhasil akan berujung pada kesalahpemahaman. Horornya, tak jarang yang sampai menimbulkan pertengkaran dan perselisihan hanya gara-gara salah memahami bahasa. Read the rest of this entry

sandalmu bukan sandalku

sandalmu bukan sandalku

Ada saja kejadian aneh bin lucu yang terjadi hari ini. Kisah berikut tentang dua temanku Sita dan Anis. Kami bertiga adalah teman sepermainan dengan mikroorganisme, dalam artian sama-sama mengggeluti bidang Mikrobiologi. Tapi bukan tentang persahabatan kami bertiga ini yang hendak kubagi…Tapi sebuah kejadian mengulum senyum yang sempat menimpa mereka berdua di tadi pagi.

Seperti biasanya aku dan Anis lah yang selalu lebih dulu datang pagi dan mendekam di Lab.
Mikrobiologi dan Biodegradasi ini. Kira-kira jam 9-an masuklah Sita sambil menenteng-nenteng botol yang berisi bibit bakteri untuk membuat Nata. Sejenak kemudian aku mendengar Sita berucap, hendak menginokulasi bibit Nata itu, sambil berlalu ke luar lab, meninggalkan aku dan Anis, yang asyik di depan laptop, karena masih menunggu jam menghitung nyamuk dan inokulasi jamur tiba. Aku kasihan melihat Sita yang sedang hamil tua, bolak balik dari rumahnya yang sangat jauh di Tangerang sana, masih harus disibukan dengan kegiatan Lab bergelut dengan bakteri-bakterinya. Mungkin faktor kelelahan ini pulalah yang menyebabkan adanya kisah berikut.

Sejam kemudian kami (aku dan Anis) sama-sama bergerak untuk memulai aktifitas masing-masing dengan membagi tugas, aku menghitung jentik nyamuk, sementara Anis menginokulasi jamur untuk fermentasi di ruang sebelah. Sementara Sita belum balik-balik sedari tadi. Nah, saat Anis membuka pintu Lab hendak menuju ruangan sebelah, aku yang sedang menghitung nyamuk dikagetkan teriakan cenderung dialamatkan pada dirinya sendiri…”lho kok, bisa beda? Siapa yang membawa satunya?” “Ada apa sih?” tanyaku penasaran sambil mendekat ke pintu. “Ini…” jawabnya sambil menunjuk sandal yang tergeletak di lantai. Mataku langsung menuju lantai dan melihat dua belah sandal tapi bukan pasangan. Satu sandal jepit oranye dan satu lagi sandal coklat non jepit. “O…berarti sandalnya selingkuh tuh…”, candaku…

Setelah mengamati kedua sandal itu, kami bisa mengenali yang coklat sandal Sita. Berarti Sitalah pelakunya. “Kenapa Sita ga nyadar ya kalo sandal yang dipakainya berbeda…dan dimana dia sekarang dengan sandal yang berlainan itu?” tanya Anis tertawa. “Udah deh, aku pakai sandal Lab aja”, putus Anis sambil menenteng sandal Lab ke ruangan LAF. Endah karena merasa kami membicarakannya, ga lama berselang Sita datang sambil ketawa ketiwi karena telah menyadari sandal berbeda jenis dan warna yang terpasang di kakinya. “udah kemana aja jalan-jalan pamer sandal itu?” candaku yang disambut gelak tawa mereka berdua…

Kejadian ini jadi mengingatkanku pada judul lagunya Andra and The Back Bone…Sandalmu Bukan Sandalku eh…Jalanmu Bukan Jalanku…hehehe ^_^

*uni* — 18.05.10.

permen rasa superman

permen rasa superman

Entah mengapa belakangan ibuku selalu mengalami pengalaman lucu saat memakan permen Sugus. Permen tua yang sekarang sudah mengalami modifikasi dalam kemasan dan rasa. Kedua perubahan permen inilah yang telah sukses mengerjai ibuku untuk kesekian kalinya. Barusan aku ditelfon adikku yang berkisah tentang pengalamannya bersama ibu yang kini sedang berada di Cirebon, lagi-lagi masalah dengan permen satu ini. Rupanya nih permen ga henti-hentinya menjahili ibuku.

Tadi siang untuk kedua kalinya beliau hendak memakan permen ini. Tiba-tiba beliau nyeletuk, “ga mau ah…ini yang rasa Supermankan?” yang disambut tawa terbahak-bahak adikku. Sehingga memunculkan ide di otaknya untuk menggoda ibu, “kalo rasa Superman, berarti kolornya di luar dong?” Yang sukses membuat beliau yang tengah sakit terpingkal-pingkal. Begitu mendengar cerita ini via telfon, aku serta merta teringat kejadian beberapa hari lalu masih soal beliau dengan Sugus ini, dan menimpali, “berarti kemaren ibu makan Sugus sama kolor-kolornya dong?” yang membuat kami bertiga tak henti-henti ber-hahaha…

Pasalnya minggu lalu beliau juga bermasalah dengan permen ini gara-gara kemasannya berbeda dari biasanya. Terbungkus 10 biji dalam bentuk memanjang. Pas mengunyah si permen, tiba-tiba beliau bilang, “permen apaan ini? ga manis…kok rasa kertas…” Selidik punya selidik, olala…ternyata beliau lupa membuka kertas pembungkus yang kebetulan bewarna senada dengan isi permen…

Setelah kupikir-pikir tentang kejadian hari ini, agaknya beliau tadinya hendak bilang rasa peppermint, tapi yang keluar dengan sangat meyakinkan malah, rasa Superman…hehe…ibu…ibu…love you so much…

*uni* — 18.05.10. semoga tulisan uni ini menjadi obat buat ibu…:)

menguber “uber”

menguber “uber”

Belajar tidak melulu mesti dari buku…Kehidupan adalah buku, sekolahan atau tempat belajar yang sebenarnya. Dengan cara melihat, mendengar dan memperhatikan sekitar dan semesta pun kita bisa memetik banyak pelajaran. Seperti satu pepatah minang yang berbunyi, “alam takambang jadi guru” (red. alam terhampar jadi guru). Begitu juga dengan pelajaran yang terhampar hari ini. Read the rest of this entry

“wajah peta”

“wajah peta”

Siulan ala Kuch Naa Kaho mengalun dari HPku sore kemaren, pertanda ada yang ingin bicara via telfon. Saat melihat screen, tertera sebuah nama teman baikku. Sempat berkelebat di otak, “masihkah soal berburu guru sebangsa Der Kaiser? atau proposal penelitian?” Setelah mengucapkan salam, diapun memulai percakapan, aku langsung menyadari kalo dugaanku terpeleset. Read the rest of this entry

sumpah I love you!

sumpah I love you!

Hari ini hari yang penting nampaknya bagi sebagian karyawan lembaga riset tempatku saat ini mengabdi. Hari yang sudah dihebohkan sedari 2 minggu lalu dengan segala pro kontranya akhirnya datang juga. Hari dimana kami yang berstatus PNS akan disumpahi eh maksudnya akan mengucapkan sumpah atau janji PNS alias abdi negara. Sedari pagi sekitar pukul 7, sebuah gedung yang konon katanya sudah berdiri sejak 35 tahun yang lalu di depan kebun raya Bogor, sudah dibanjiri para karyawan yang tampak sangat bersemangat untuk disumpah. Berpakaian kemeja putih dengan paduan bawahan bewarna biru dongker sebagaimana seragam lembaga ini, seharusnya. Kenapa kubilang seharusnya? Yah karena kebanyakan karyawan mengenakan warna hitam, termasuk aku (soalnya belum pernah mendapatkan yang namanya seragam…alasan yang benar, tapi tidaklah terlalu tepat sebenarnya). Read the rest of this entry